Bullying di Lingkungan Pendidikan

Share This

Teruntuk para orang tua yang anaknya mulai memasuki dunia pendidikan terutama sekolah dasar, rajin-rajinlah memperhatikan perilaku buah hati Anda.

 

Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Ada banyak jenis _Bullying_. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar. (Wikipedia)

 

Bullying semakin marak terjadi dari yang level ringan hingga kasus berat. Paling ringan, teman-temannya bisa memberikan sebutan atau ejekan sesuai dengan kekurangan yang dimiliki anak Anda (Verbal Bullying), kasus berat bisa jadi pemalakan dan perilaku kekerasan (Physical Bullying) yang dapat memicu turunnya semangat anak dalam belajar.

 

Berdasarkan riset yang dilakukan LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW), terdapat fakta mencengangkan terkait kekerasan anak di sekolah. Sebanyak 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah, yang berawal dari Bullying.

 

Biasanya anak tidak akan bercerita karena ia berada dalam tekanan. Sebagai orang tua, cara terbaik untuk mendapatkan informasi adalah melalui teman-teman si anak yang dianggap cukup cakap dalam membeberkan situasi di sekolah.

 

Tips :

 

Mintalah pada si kecil untuk mengundang teman-temannya bermain ke rumah Anda, untuk belajar bersama, mengerjakan PR, atau kerja kelompok. Dari situ akan tercipta peluang yang baik untuk mengetahui apa saja yang mereka alami. Posisi Anda harus netral dan tidak mencurigakan.

 

Ketika melihat kejanggalan, baru Anda bisa bertindak dengan menghubungi atau menemui guru kelasnya (tanpa sepengetahuan anak dan temannya). Jalin komunikasi yang baik dengan guru kelasnya tanpa bermaksud meminta penanganan spesial. Ingat, niat Anda adalah untuk menolong banyak anak, baik yang terkena Bully maupun si pelaku Bullying.

 

Perilaku menyimpang akan terbawa hingga anak beranjak dewasa. Bersikap preventif sedini mungkin, tentu akan sangat menolong mereka. (MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: